• July 23, 2024
Kevin De Bruyne

Kevin De Bruyne Ragukan Masa Depannya Bersama Timnas Belgia

Kevin De Bruyne mengakui masih belum memastikan soal masa depannya bersama tim nasional Belgia, usai tersingkir dari babak 16 besar Piala Eropa 2024 menyusul kekalahan dari Prancis.

Skuad asuhan besutan Domenico Tedesco tersebut kalah 0-1 pada menit-menit akhir lewat gol bunuh diri Jan Vertonghen, guna memberikan tiket ke perempat final untuk Prancis.

De Bruyne, kapten Belgia, bermain dalam empat pertandingan di Piala Eropa 2024 ini di Jerman. Ia mencetak gol saat the Red Devils menang 2-0 atas Romania di babak grup, yang juga menjadi gol ke-28 untuk Belgia.

Pemain Manchester City berusia 33 tahun ini memulai karier di level internasional pada 2010 lalu dan kini telah memiliki 104 penampilan, dan bermain di enam turnamen internasional.

Baca juga:

Usai pertandingan tersebut, ia mengindikasikan Piala Eropa 2024 akan menjadi turnamen terakhirnya bersama Belgia. Ketika ditanya apakah pertandingan melawan Prancis menjadi pertandingan terakhirnya bersama timnas, De Bruyne mengatakan, “Masih terlalu dini untuk menjawab. Biarkan saya memproses kekalahan ini.”

“Ini merupakan musim yang sangat panjang, saya perlu mengistirahatkan tubuh saya. Saya akan membuat keputusan setelah musim panas.”

M88 menyediakan platform permainan untuk hiburan dan kegembiraan yang menguntungkan.

Tedesco menambahkan: “Dia tahu betapa pentingnya dirinya. Dia tidak memerlukan pendapat saya tentang hal itu karena dia tahu.”

“Segera setelah pertandingan, sulit untuk menanyakan pertanyaan seperti ini kepada Kevin.”

Pada Piala Eropa 2024 ini, Belgia hanya mampu menjadi runner-up di Grup E usai kalah dari Slovakia dan imbang melawan Ukraina, dengan Romania yang secara mengejutkan menjadi juara grup. 

Situasi ini membuat mereka harus berhadapan dengan tim kuat Prancis pada babak 16 besar, yang juga menjadi runner-up di Grup D. Selain itu, Belgia juga memiliki jalur yang lebih ke partai final dengan potensi melawan Prancis, Jerman, Portugal, dan Spanyol.

Baca juga:

Belgia sendiri berhasil mempertahankan gawangnya dari kebobolan selama 85 menit, sebelum tembakan Randal Kolo Muani berubah arah setelah menyentuh Vertonghen dan menjebol gawang Koen Casteels.

“Sangat disayangkan,” ujar De Bruyne. “Kami punya rencana dan kami melaksanakan rencana itu dengan cukup baik.”

“Kami tahu bahwa dengan kualitas yang dimiliki Prancis, mereka akan lebih banyak menguasai bola, namun saya pikir kami bertahan dengan baik sebagai sebuah tim dan tidak memberikan banyak peluang selain beberapa tembakan jarak jauh.”

“Kami memiliki momen-momen kami, meski tidak terlalu banyak. Tapi kita bisa berbahaya.”

“Rencana kami bagus hingga gol mereka tercipta, dengan adanya defleksi, tidak banyak yang bisa kami katakan mengenai hal itu. Sangat disayangkan, jadi kami harus menerimanya.”

De Bruyne merupakan salah satu pemain dari generasi emas Belgia yang tampil dalam satu dekade terakhir. Pemain-pemain bintang seperti Eden Hazard, Thibaut Courtois, Romelu Lukaku, Vincent Kompany, dan lainnya gagal membawa the Red Devils mencapai final di turnamen internasional.

Prestasi terbaik dari generasi tersebut ialah meraih posisi ketiga pada Piala Dunia 2018 lalu. Lalu hanya De Bruyne, Lukaku, Vertonghen, dan Axel Witsel yang masih tersisa di skuad saat ini, dan semuanya sudah mencapai kepala tiga. Jadi turnamen ini, atau Piala Dunia 2026 mendatang jika optimis, akan menjadi turnamen terakhir dari generasi emas Belgia.

Pada level klub, De Bruyne masih menjadi pemain penting bagi skuad Pep Guardiola dan Manchester City. Meskipun musim lalu ia diganggu oleh cedera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *