• July 23, 2024
Enzo Maresca

Enzo Maresca Ungkap Prioritasnya Sebagai Pelatih Baru Chelsea

Enzo Maresca mengungkapkan prioritasnya untuk menciptakan budaya dan mentalitas yang tepat sebagai pelatih baru Chelsea.

Pelatih asal Italia berusia 44 tahun tersebut ditunjuk sebagai pelatih baru the Blues pada Juni lalu, setelah sebelumnya melatih Leicester City. Ia meneken kontrak berdurasi lima tahun dengan opsi perpanjangan selama satu tahun.

Maresca menggantikan pelatih asal Argentina, Mauricio Pochettino, yang membawa klub asal London tersebut ke peringkat keenam pada klasemen akhir Premier League 2023-24.

Chelsea berada dalam masa-masa buruk selama dua musim terakhir. Pada musim 2022-23, the Blues terpuruk di posisi ke-12 ketika dilatih Thomas Tuchel dan Graham Potter, serta dua pelatih sementara Bruno Saltor dan Frank Lampard.

Pochettino lalu tiba pada awal musim 2023-24 dan meneruskan performa buruk mereka, yang membuat koneksi dengan fans semakin renggang. Perlahan-lahan Chelsea mampu bangkit untuk merebut tempat di zona Eropa, serta mencapai final EFL Cup.

Dalam wawancaranya bersama Chelsea, Maresca mengatakan dirinya fokus untuk menjalin kembali hubungan yang sehat antara klub dan fans.

“Ketika Anda bergabung dengan sebuah klub, Anda mencoba menganalisis apa yang perlu ditingkatkan oleh klub dan tim dan melakukan hal yang benar,” kata Maresca, dilansir dari situs resmi Chelsea.

“Bagi saya, jelas kami perlu sesegera mungkin menciptakan mentalitas dan budaya yang tepat, budaya yang bisa dibanggakan oleh para penggemar. Ini sangat penting.”

“Kami akan mencoba menjadi tim yang agresif saat menguasai dan tidak menguasai bola dan kami perlu menciptakan hubungan antara fans dan klub, terutama di kandang sendiri.”

‘Ketika Anda memiliki penggemar sendiri yang mendukung tim, itu seperti bermain dengan 12 pemain dan inilah yang harus kami ciptakan di sini.”

Dengan Maresca, ia menjadi pelatih asal Italia ketujuh yang menukangi Chelsea, menyusul jejak dari Gianluca Vialli, Carlo Ancelotti, Antonio Conte, Maurizio Sarri, Claudio Ranieri, dan Roberto Di Matteo.

Sebelumnya ia pernah menjadi asisten pelatih Pep Guardiola di Manchester City, serta menjadi pelatih Parma dalam 14 pertandingan.

Namanya naik daun saat melatih Leicester City di divisi kedua liga Inggris atau Championship sepanjang 2023-24.

The Foxes yang terdegradasi pada musim sebelumnya, berhasil meraih tiket promosi hanya dalam satu kali percobaan di bawah naungan Maresca dengan menjadi juara divisi Championship.

Maresca mengatakan salah satu alasannya menerima pinangan dari klub yang bermarkas di Stamford Bridge ini adalah karena panjangnya sejarah pelatih Italia yang pernah melatih the Blues.

“Saya sangat bangga menjadi manajer Italia lagi di sini,” katanya. “Mungkin ada sesuatu antara Chelsea sebagai klub, sebagai keluarga, dan orang-orang Italia yang bekerja dengan baik!”

Maresca menambahkan, “Saya menganggap Chelsea sebagai salah satu klub terbesar di dunia jadi saya akan merasa sangat bangga karenanya.”

Performa buruk Chelsea membuatnya menjadi pelatih keempat yang direkrut hanya dalam dua tahun. Namun ia meminta para fans untuk bersabar dan percaya dengan proses yang dijalani, setelah masa-masa kelam di awal kepemilikan Clearlake Capital-Todd Boehly.

“Percaya saja pada prosesnya, percaya pada idenya, mendukung tim,” ujarnya.

“Yang pasti kami akan menikmati perjalanan ini. Seperti di klub mana pun, bagi setiap manajer, hal itu tidak akan mudah karena tidak ada yang mudah. Tapi yang pasti kami akan menikmati perjalanan kami.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *