• June 16, 2024
Luciano Spalletti

Italia Imbang Lawan Turki, Luciano Spalletti: Masih Proses

 

Tim nasional Italia dipaksa bermain imbang 0-0 melawan Turki pada partai pemanasan sebelum Piala Eropa 2024 di Jerman mendatang. Pelatih Azzurri, Luciano Spalletti, beralasan hal tersebut karena timnya masih berada dalam proses.

Bermain sebagai tuan rumah di Stadio Renato Dall’Ara, tak banyak peluang berarti sepanjang pertandingan. Azzurri hanya mampu melepaskan 10 tembakan, berbanding 11 tembakan dari tim tamu. Peluang terbaik datang ketika sundulan Bryan Cristante sebelum turun minum membentur tiang gawang.

“Kami tidak begitu tajam atau konsisten, namun dalam beberapa momen tim melangkah maju, mendorong dan mencoba melakukan sesuatu,” kata Spalletti kepada RAI Sport.

“Namun ini adalah permainan klasik Anda di awal proses di mana Anda memerlukan waktu untuk menyelesaikan masalah.”

Baca juga:

Usai membawa Napoli menjadi juara Serie A pada 2023 lalu, Spalletti meninggalkan klub dan ditunjuk sebagai pelatih timnas pada September 2023 dengan kontrak tiga tahun, menggantikan Roberto Mancini yang mengundurkan diri.

Pelatih 65 tahun tersebut kini mempersiapkan timnya untuk mempertahankan gelar mereka di Piala Eropa mendatang yang akan dimulai pada 14 Juni mendatang.

Performa pada laga melawan Turki sendiri memberi gambaran bagaimana Spalletti untuk menentukan 26 pemain yang akan dibawanya ke Jerman. Namun ia masih membutuhkan partai pemanasan terakhir sebelum turnamen, melawan Bosnia & Herzegovina pada Senin (10/6) mendatang.

“Masih ada pertandingan lain untuk menentukan pilihan, jadi kami akan menggunakan semua waktu yang kami perlukan. Tidak ada gunanya mengatakan siapa yang akan tinggal dengan sisa waktu dua hari,” jelas Spalletti.

Italia akan memulai perjalanan mereka di Grup B Piala Eropa dengan melawan Albania pada 16 Juni, dilanjutkan melawan Spanyol lima hari kemudian, dan terakhir melawan Kroasia pada 25 Juni.

Baca juga:

Namun terdapat masalah karena tempo lambat yang dimainkan Italia saat melawan Turki. Hal tersebut diduga karena intensitas latihan yang terlalu tinggi dalam beberapa hari terakhir.

“Kami harus tahu bagaimana melakukan perubahan dengan cepat, banyak yang merasa kelelahan dan kami kurang tajam dalam menggerakkan bola di area pertahanan mereka. Kami mencoba melakukan sesuatu yang berbeda menjelang akhir, namun pertandingan praktis berakhir,” lanjut Spalletti.

“Ada beberapa tekanan yang bagus, tapi kami juga terlalu mudah kehilangan bola.”

“Saya puas karena ini adalah pertandingan yang nyata dan intens, kami masih memahami beberapa hal.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *